
Sukoharjo (Humas) – Salah satu manfaat yang bisa dipetik dari kerjasama ini adalah untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui kemudahan untuk mendapatkan bantuan modal, harapannya masyarakat akan benar-benar bisa meningkatkan pendapatannya dan hasil usahanya tidak habis hanya untuk membayar cicilan pinjaman modal di bank atau koperasi simpan pinjam lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Muh Mualim dalam sambutannya pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama/kolaborasi program pemberdayaan ekonomi umat pada Kantor Urusan Agama antara Kankemenag Kabupaten Sukoharjo dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Qoyyim Sukoharjo, Kamis (16/7) di Aula Kankemenag Kab. Sukoharjo.
Kakankemenag menegaskan dengan kuatnya pondasi ekonomi keluarga merupakan modal dasar untuk membangun keluarga yang kokoh, sakinah, mawaddah, dan warohmah. “Ada yang menarik, kondisi terakhir menurut data dari Bimas Islam angka pernikahan cenderung turun sedangkan perceraian cenderung naik, kebanyakan faktor ekonomi menjadi pemicunya,” ungkap Kakankemenag.
Pihaknya berharap dengan adanya kerjasama ini bantuan akan tersampaikan kepada yang berhak menerima (mustahik) dan kedepannya mustahik tersebut akan mampu bermetamorfosa menjadi muzakki (pihak yang mampu memberikan zakat/ modal).

Hal senada juga disampaikan oleh ketua LAZ Al Qayyim, Winarto, pihaknya berharap kerjasama semacam ini akan terus berlangsung demi terciptanya kesejahteraan masyarakat melalui program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) tersebut. “Kami punya program Bina Insan Berdaya (BIB) pemberian bantuan kepada mustahik baik secara personal maupun komunitas selain itu kami juga ada program Kampung Berdaya dengan tujuan sebuah desa diberdayakan agar menjadi desa yang mandiri,” papar Winarto.

Winarto juga mengaku sangat senang sekali dengan adanya program PEU dari Kemenag ini. Winarto menuturkan, ini adalah tahun kedua setelah sebelumnya titik lokasi program PEU berada di Kecamatan Sukoharjo dengan konsentrasi di Desa Banmati dan untuk tahun ini program PEU terkonsentrasi di titik lokasi di Kecamatan Nguter.
Winarto bersama LAZ Al Qayyim sendiri mengaku telah mengumpulkan zakat semenjak bulan Ramadan yang lalu dan sudah menyalurkannya melalui program BIB kepada mustahik semisal para pedagang. Menurutnya, potensi zakat di Sukoharjo sangat besar sekali dan sangat mampu untuk mengubah masyarakat yang semula mustahik bisa menjadi muzakki minimal munfiq.
Pada kesempatan yang sama Penyelenggara Zakat Wakaf, Lasimin, mengungkapkan kesejahteraan petani di Sukoharjo juga bisa dijadikan target dari program PEU ini, harapannya Sukoharjo yang dulu dijuluki lumbung pangan akan disandang kembali. “Biaya bercocok tanam yang tinggi, harga pupuk yang mahal kedepannya melalui program PEU semoga akan dapat membantu para petani sehingga Sukoharjo dapat kembali menyandang predikat lumbung pangan” pungkas Lasimin. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan surat perjanjian kerjasama oleh Kakankemenag dan ketua LAZ Al Qayyim.




