
SUKOHARJO – Dalam rangka mempersiapkan pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sukoharjo menggelar acara “Awwalussanah Kelas Program Khusus Tahfidzul Qur’an (PKTQ)” pada Sabtu, 13 Juni 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.15 WIB ini dihadiri oleh kepala madrasah, komite sekolah, para ustadz, serta wali murid kelas 1 hingga 6 PKTQ.
Rangkaian acara dibuka dengan khidmat oleh MC, dilanjutkan dengan lantunan tilawah Al-Qur’an oleh Ustadz Kholid, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MI.

Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Sukoharjo, Ibu Wiretnoningsih Nurhayati, S.Pd., M.Si., memaparkan implementasi kurikulum pada program khusus ini. Beliau menjelaskan bahwa PKTQ mengombinasikan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dengan Kurikulum Tahfiz yang menargetkan hafalan minimal 3 juz. Guna mendukung efektivitas, metode pembelajaran tahfiz dibagi ke dalam tahapan pra-tilawah, tilawah, dan tahfiz yang dijalankan dalam kelompok kecil (halaqah) berisi 7–8 murid.

Selain aspek akademik dan spiritual, madrasah juga merencanakan penambahan kegiatan ekstrakurikuler interaktif seperti berkuda, memanah, berenang, hingga pengenalan profesi yang akan dilaksanakan secara bergilir setiap pekannya. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komite MIN 1 Sukoharjo, Bapak Budi Wardoyo, M.Pd., menekankan pentingnya inovasi demi mendongkrak kualitas lulusan, baik pada kelas program khusus maupun kelas reguler.

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan Standard Operating Procedure (SOP) kelas PKTQ oleh Ibu Dra. Rusmini dan Ustadz Ahmad Faqih. Dipaparkan bahwa target hafalan dirancang secara bertahap mulai dari Juz 30 (Fase A), Juz 29 (Fase B), hingga Juz 28 (Fase C) dengan pembiasaan setoran minimal 3 baris per hari. Ustadz Ahmad Faqih mengingatkan para orang tua bahwa menghafal tidak sekadar mengejar target kuantitas, melainkan membangun akhlak murid agar Al-Qur’an menjadi jalan hidup (way of life).
Sebagai penguat sinergi di rumah, acara ini ditutup dengan sesi Parenting yang disampaikan oleh Ustadz Erwan Agustanto. Beliau mengusung konsep Smart Teaching dengan alur pembelajaran: Iman -> Adab -> Ilmu. Menurutnya, kunci keberhasilan mendidik anak adalah menumbuhkan rasa cinta terlebih dahulu—baik cinta kepada orang tua, guru, maupun Al-Qur’an—sehingga ketaatan dan kemudahan dalam menyerap ilmu dapat terbentuk secara alami.
Acara Awwalussanah ditutup dengan bersama-sama melafalkan bacaan hamdalah dengan membawa harapan besar bagi kemajuan generasi penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Sukoharjo.




