
Sukoharjo (Humas) – Fakta dilapangan menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo belum sepenuhnya terbebas dari bullying, perundungan pun masih kerap terjadi baik yang terekspos maupun tidak.
Untuk itu sejalan dengan arahan dari Kanwil Kankemenag Prov. Jateng yang mengharapkan tiap Kankemenag Kab/Kota agar memiliki satu program unggulan, Kankemenag Kabupaten Sukoharjo menggadang-gadang sebuah program unggulan yang bertajuk “Serasa Surga” yang merupakan singkatan dari Sekolah Ramah Sesama Santun Unggul, Responsif Gembira, dan Aman.
Dengan jargon Zero Bullying Program ini akan diterapkan khususnya di seluruh madrasah dibawah naungan Kankemenag kabupaten Sukoharjo dan tidak menutup kemungkinan juga akan diaplikasikan oleh sekolah-sekolah dibawah dinas pendidikan.

Pada kesempatan tersebut Kakankemenag Kabupaten Sukoharjo, Muh Mualim, memberikan arahannya agar tetap semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di tengah keterbatasan yang ada.
“Kita bukan Superman yang bisa menyelesaikan semua permasalahan seorang diri, kita adalah supertim yang artinya dengan berbagai keterbatasan yang ada dengan tim yang solid kita akan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, silahkan berinovasi namun demikian tetap dalam koridor yang lebih mengutamakan keselamatan,“ pesan Kakankemenag.
Rapat Koordinasi (Rakor) antar pimpinan di lingkungan Kankemenag Sukoharjo ini adalah sebagai upaya untuk merapatkan barisan dan mensinergikan langkah bersama untuk memetakan berbagai instrumen apa saja yang akan diupayakan untuk mendukung suksesnya program serasa surga tersebut.
“Selain memasifkan media promosi poster, spanduk dan MMT oleh pihak madrasah semua elemen di Kankemenag juga diharapkan ikut aktif membantu termasuk diantaranya penyuluh agama untuk ikut memberikan pencerahan kepada masyarakat di forum-forum keagamaan bahkan jika diperlukan ikut memberikan pencerahan kepada siswa-siswa di madrasah agar zona zero bullying dapat terwujud,” jelas Kasubbag TU Khomsun Nur Arif.
Selain membahas program unggulan Serasa Surga, dalam rakor ini juga dibahas tentang rencana optimalisasi gedung Kankemenag dan juga pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Madrasah yang bertujuan untuk melakukan identifikasi siswa berkebutuhan khusus, Menyusun profil belajar, merancang modul pembelajaran yang sesuai, menyediakan GPK (Guru Pendamping Khusus) serta melaporkan perkembangan siswa secara berkala hal tersebut dilakukan sebagai bukti negara hadir untuk memberikan rasa keadilan ditengah-tengah Masyarakat kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Rakor yang digelar di Aula Kankemenag, Senin (27/04/2026) ini dihadiri oleh seluruh Kasi/Penyelenggara di lingkungan Kankemenag, Kepala KUA, Pengawas dan Kepala Madrasah.




